Translate

Senin, 09 Januari 2023

TUGAS TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

 

TUGAS TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

”PENGGUNAAN BTM PADA PRODUK PANGAN 

GOOD TIME DOUBLE CHOCO CHIP DAN POP ICE

Logo

Description automatically generated

KELOMPOK 2

  1. Alius Wandik (205040121111001)

  2. Hanna Feliscia Siagian (215040100111046

  3. Amelia Reyza Prasmadita (215040100111050)

  4. Yonia Eka Nur Lintang (215040101111101)

  5. Yohana Oktavia Putri S. (215050107111069)

  6. Raihan Putra Dinar (215040107111096)

  7. Amanda Tri Wardhani (215040107111097)


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2022

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Produk pangan atau makanan merupakan produk yang dikonsumsi oleh manusia setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Produk pangan yang ada di sekitar manusia sangatlah beragam yang dalam produksinya dibuat dengan beragam komposisi untuk memenuhi standar produk yang diinginkan. Terkadang komposisi dalam suatu produk tidak mampu memenuhi standar rasa yang diinginkan maka perlu adanya bahan tambah makanan (BTM) untuk memenuhi hal tersebut. Hampir semua produk makanan tidak lepas dari bahan tambahan makanan. Bahan tambahan makanan ditambahkan bertujuan untuk menambah umur simpan dan meningkatkan nilai gizi dari makanan. Hal ini selaras dengan pernyataan Wahyudi (2017) yang menyatakan bahwa tujuan dari BTM secara umum untuk meningkatkan nilai gizi makanan, menambah nilai estetika dan rasa makanan serta mampu memperpanjang daya simpan makanan (shelf life).

Penggunaan bahan tambahan makanan pada sebuah produk merupakan hal yang lumrah saat ini, hal ini disebabkan oleh produk pangan yang diproduksi terkadang tidak diperoleh sesuai standar apabila hanya dengan komposisi alami tanpa adanya bahan tambahan makanan. Namun dalam penggunaannya bahan tambahan makanan memiliki takaran khusus sesuai dengan jenis dari BTM itu sendiri. Hal ini dikarenakan penggunaan berlebihan mampu membawa pengaruh buruk bagi produk yang akan dikonsumsi sekaligua tidak baik bagi kesehatan. Maka dari itu penggunaan bahan tambahan diatur dalam peraturan menteri kesehatan agar tidak keliru dalam penggunaannya serta disebutkan beberapa bahan tambahan makanan yang tidak boleh ditambahkan kedalam makanan agar para produsen tidak lalai dalam penggunaannya. Hal ini didukung dengan pernyataan Nurdin (2018), menyatakan perihal bahan tambahan makanan yang diatur dalam Permenkes R.I Nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan yaitu terdapat beberapa bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan untuk makanan diantaranya adalah Rhodamin B (BTM warna merah), Methanyl Yellow (BTM warna kuning), Dulsin (BTM pemanis sintesis) dan Pottasium Bromat (BTM pengeras).

Produk yang dalam produksinya menggunakan bahan tambahan makanan salah satunya ialah Good Time Double Choco Chips dan Pop Ice. Good Time Double Choco Chips dalam pengolahan produknya menggunakan bahan tambahan yang salah satunya berupa ragi yang berfungsi sebagai pengembang bagi adonan. Hal ini didukung dengan pernyataan Andriani dan Khoerunisa (2020) yang menyatakan bahwa ragi ini berperan sebagai pemberi tekstur empuk dan aroma yang khas pada produk yang dihasilkan serta sebagai faktor pengembang bagi roti. Selain dari Good Time Double Choco Chips terdapat produk pop ice dengan varian rasa coklat yang dikenal dengan pemanis buatan serta pewarna alami sebagi bahan tambajan makanannya. Kedua BTM tersebut memiliki batasan atau takaran tertentu dalam penggunaannya yang apabila diberikan secara berlebih mampu memberikan dampak buruk bagi tubuh seseorang yang mengonsumsi produk tersebut. Maka dari itu perlu adanya pemahaman secara mendetail terkait bahan tambahan makanan, mulai dari komposisi beserta fungsinya dan juga jenis bahan tambahan makanan yang aman bagi produk pangan serta batasan penggunaannya.

1.2 Tujuan

Pengamatan bahan tambahan makanan pada produk Good Time Double Chocochips dan Pop Ice varian coklat, dengan tujuan :

  1. Mengetahui komposisi dari produk Good Time Double Choco Chips dan Pop Ice varian cokelat.

  2. Mengetahui bahan tambahan makanan yang diberikan pada produk Good Time Double Chocochips dan Pop Ice varian coklat beserta fungsinya.

  3. Mengetahui batas pemberian bahan tambahan makanan pada produk Good Time Double Chocochips dan Pop Ice varian coklat.

1.3 Manfaat

Pengamatan bahan tambahan pada produk Good Time Double Chocochips dengan pop ice varian coklat memiliki manfaat bagi penulis, yakni :

  1. Memberikan pengetahuan perihal komposisi dari produk Good Time Double Chocochips dengan Pop Ice varian coklat.

  2. Memberikan pengetahuan perihal bahan tambah makanan yang diberikan pada produk beserta fungsinya produk Good Time Double Chocochips dan Pop Ice varian coklat.

  3. Memberikan pemahaman kepada penulis perihal batasan pemakaian dari bahan tambah makanan yang digunakan pada produk Good Time Double Chocochips dan Pop Ice varian coklat.

2. PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Produk

a. Produk “Good Time Double Choco Chip”

PT. Arnott’s Indonesia merupakan salah satu industri pangan yang memproduksi makanan ringan terutama berupa produk biskuit. Salah satu produk PT. Arnott’s Indonesia yang sudah cukup dikenal konsumen adalah Good Time. Produk Good Time sudah cukup dikenal oleh masyarakat sebagai cookies dengan taburan coklat butir atau chocochips. Cookies adalah salah satu jenis biskuit dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, renyah, dan bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur kurang padat. Akan tetapi, cookies rendah dalam kandungan gizi yang lain (Khomsan, 2007). Produk cookies yang beredar di pasaran hanya menonjolkan faktor bentuk dan rasa saja. Oleh karena itu, produk cookies yang memiliki merek yang banyak dikenal dan mempunyai rasa yang enak akan lebih dipilih oleh konsumen. Good Time memiliki beberapa varian, yaitu double chocochip, chocochip classic, choco peanut, coffee chocochip, brownies choco chip, butter cookies, dan milky vanilla.

b. Produk “Pop Ice”

PT Forisa Nusapersada didirikan pada tahun 1995 yang merupakan produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia. Beberapa produk minumannya telah dikenal dengan baik oleh masyarakat, salah satunya yaitu Pop Ice. Pop Ice pertama kali diluncurkan pada tahun 2002, sebagai produk minuman susu dengan perisa buah yang terbuat dari bahan-bahan pilihan yang berkualitas, minuman banyak digemari oleh remaja dan anak-anak. Pop Ice menawarkan beragam pilihan rasa lengkap yang disukai oleh anak-anak hingga orang dewasa. Pop Ice memiliki beberapa varian rasa antara lain, coklat, coklat susu, coklat biscuit, choco cream, strawberry, melon, grape, vanilla blue, kacang hijau, mocacinno, cappuccino, vanilla latte, mangga, lychee, durian, guava.

2.2 Komposisi Produk

Komposisi produk merupakan bahan-bahan yang terkandung dalam suatu produk yang dapat dilihat dari pelabelan makanan pada kemasan produk. Komposisi makanan ini menjadi tambahan pengetahuan bagi konsumen untuk memilih produk mana yang akan mereka beli (Izzudin, 2018).

a. Produk “Good Time Double Choco Chip”

    Good Time Double Choco Chip merupakan produk cookies dalam kemasan yang di produksi oleh PT. Arnott's Indonesia. Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang renyah memiliki bentuk tipis, datar, dan biasanya berukuran kecil. Rasa cookies sangat beragam tergantung dari bahan yang digunakan (Dewi, 2018). Pada produk Good Time Double Choco Chip komposisi yang terkandung diantaranya yaitu tepung terigu, gula, cokelat chips, lemak nabati, tapioka, cokelat bubuk, pengembang, pengemulsi, pati jagung, garam, padatan susu, telur bubuk, perisa sintetik, kakao massa, dan pengemulsi nabati. Adanya penambahan bahan baku penunjang seperti margarin dan pengembang yang menggunakan natrium bikarbonat dapat mempengaruhi tekstur cookies dari produk Good Time Double Choco Chips (Rosida et al., 2020). 

b. Produk “Pop Ice”

Pop Ice merupakan produk minuman manis dalam kemasan yang di produksi oleh PT. Forisa Nusa Persada. Menurut (Yi et al., 2022) minuman manis merupakan minuman yang ditambah dengan gula atau pemanis seperti sirap jagung fruktosa tinggi, sukrosa, glukosa, jus buah pekat dan pemanis lainnya. Pada produk Pop Ice komposisi yang terkandung pada produk tersebut yaitu gula, krimer, kakao bubuk (10%), padatan susu (9%), carob bubuk, penstabil nabati, perisa sintetik, pemanis buatan (Aspartam, Asesulfam-K, Natrium Siklamat), perisa alami, dan garam. Menurut (Aydin dan Ozdemir, 2017) carob bubuk penting untuk berbagai proses industri produk makanan seperti permen, es krim, minuman, dan kue, dan diproduksi dengan kibbling, roasting, dan penggilingan buah carob. Bubuk carob ini dikenal sebagai pemanis alami dengan tampilan dan rasa yang mirip dengan kakao sehingga banyak digunakan sebagai pengganti kakao. 

2.3 Jenis BTM yang Terkandung dalam Produk

Bahan tambah makanan yang digunakan pada produk Good Time Double Choco Chip yaitu, lesitin kedelai, high fructose syrup (HFS), natrium bikarbonat, dan perisa coklat. Sedangkan pada produk pop ice varian coklat yaitu, pemanis buatan yaitu aspartam, asesulfam-k, dan natrium siklamat. Menurut Arumsari (2016), jenis bahan tambahan pangan dilihat dari sumbernya dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu bahan tambahan pangan alami yang umumnya diperoleh dari sumber-sumber dari bahan alam dan bahan tambahan pangan yang umumnya diproduksi secara kimiawi. Penambahan bahan tambah makanan pada produk good time yang termasuk ke bahan tambah makanan alami yaitu, lesitin kedelai. Sedangkan bahan tambah makanan buatan yaitu, high fructose syrup (HFS), natrium bikarbonat, dan perisa coklat. Pada produk pop ice hanya ada terdapat bahan tambah makanan buatan yaitu, aspartam, asesulfam-k, dan natrium siklamat. 

Bahan tambahan makanan yang diperkenankan untuk digunakan di Indonesia  berdasarkan regulasi yang berlaku dikelompokkan ke dalam jenis-jenis bahan tambahan makanan antara lain, (1) Pewarna, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan, (2) Pemanis buatan, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan, yang tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. (3) Pengawet, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain pada makanan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. (4) Antioksidan, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mencegah atau menghambat proses oksidasi lemak, sehingga mencegah terjadinya ketengikan. (5) Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa, bahan tambahan pangan yang dapat memberikan, menambah, atau mempertegas rasa dan juga aroma. (6) Pengatur keasaman, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. (7) Pemutih dan pematang tepung, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mempercepat proses pemutihan dan atau pematangan tepung (Wijaya et al., 2012).

2.4 Fungsi BTM pada Produk

Fungsi BTM pada produk, menurut peraturan Menkes No. 235 tahun 1979, BTM dapat dikelompokkan menjadi 14 yaitu : Antioksidan; Antikempal; Pengasam, penetral; Enzim; Pemanis buatan; Pemutih dan pematang; Penambah gizi; Pengawet; Pengemulsi, pemantap dan pengental; Peneras; Pewarna sintetis dan alami; Penyedap rasa da aroma, Sekuestran; dll. BTM dikelompokan berdasarkan tujuan penggunaanya di dalam pangan. Pengelompokkan BTM yang diizinkan digunakan pada makanan dapat digolongkan sebagai : Pewarna; Pemanis buatan; Pengawet; Antioksidan; Antikempal; Penyedap dan penguat rasa serta aroma; Pengatur keasaman; Pemutih dan pamatang tepung; Pengemulsi; Pemantap dan pengental; Pengeras, Sekuestran, Humektan, Enzim dan Penambah gizi.

Penggolongan dan fungsi BTM yang diizinkan digunakan pada pangan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 adalah sebagai berikut : 

  1. Pewarna, yaitu BTM yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada pangan.

  2. Pemanis buatan, yaitu BTM yang dapat menyebabkan rasa manis pada pangan, yang tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi.

  3. Pengawet, yaitu BTM yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau peruaian lain pada pangan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba.

  4. Antioksidan, yaitu BTM yang dapat mencegah atau menghambat proses oksidasi lemak sehingga mencegah terjadinya ketengikan.

  5. Antikempal, yaitu BTM yang dapat mencegah menggumpalnya pangan yang berupa serbuk seperti tepung atau bubuk.

  6. Penyedap rasa dan aroma, menguatkan rasa, yaitu BTM yang dapat memberikan, menambah atau mempertegas rasa aroma

  7. Pengatur keasaman (pengasam, penetral dan pendapar) yaitu BTM yang dapat mengasamkan, 

  8. menetralkan dan mempertahankan derajat keasaman pangan.

  9. Pemutih dan pematang tepung, yaitu BTM yang dapat mempercepat proses pemutihan dan atau pematang tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.

  10. Pengemulsi, pemantap dan pengental yaitu BTM yang dapat membantu terbentuknya dan memantapkan sistem dispersi yang homogen pada pangan. yaitu BTM yang dapat memperkeras atau mencegah melunaknya pangan.

  11. Sekuestran, yaitu BTM yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam pangan, sehingga memantapkan warna, aroma dan tekstur.

Selain BTP yang tercantum dalam Peraturan Menteri tersebut, masih ada beberapa BTM lainnya yang biasa digunakan dalam pangan, misalnya:

  1. Enzim, yaitu BTM yang berasal dari hewan, tanaman atau mikroba, yang dapat menguraikan secara enzimatis, misalnya membuat pangan menjadi lebih empuk, lebih larut dan lain-lain.

  2. Penambah gizi, yaitu bahan tambahan berupa asam amino, mineral atau vitamin, baik tunggal maupun campuran, yang dapat meningkatkan nilai gizi pangan.

  3. Humektan, yaitu BTM yang dapat menyerap lembab (uap air) sehingga mempertahankan kadar air pangan.


2.5 Literature Pendukung Terkait Pengunaan BTM

    Kebutuhan makanan yang meningkat membuat pertumbuhan pangan membutuhkan cara dan inovasi dalam meningkatkan pasokan makanan. Salah satu caranya adalah dengan bahan tambahan makanan. Bahan tambahan makanan (BTM) atau yang dikenal dengan food additives merupakan campuran senyawa yang sengaja ditambahkan kedalam makanan dan terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan atau penyimpanan (Siagian A, 2020). Hal yang harus diketahui adalah BTM bukanlah bahan (ingredient) utama, untuk mempengaruhi dan menambah cita rasa, warna, tekstur, dan penampilan dari makanan.  Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 235/MENKES/PER/VI/1979 mengelompokkan BTM berdasarkan fungsinya, yaitu: (1) antioksidan dan antioksidan sinergis, (2) anti kempal, (3) pengasam, penetral dan pendapar, (4) enzim, (5) pemanis buatan, (6) pemutih dan pematang, (7) penambah gizi, (8) pengawet, (9) pengemulsi, pemantap dan pengental, (10) pengeras, (11) pewarna alami dan sintetik, (12) penyedap rasa dan aroma, (13) sekuestran, dan (14) bahan tambahan lain. 

    Bahan tambahan makanan (BTM) sengaja ditambahkan karena memiliki fungsi yang beragam bagi pasokan makanan. Menurut Ratnani, R.D. (2009) Fungsi bahan tambahan pangan antara lain, sebagai pengawet pangan dengan cara mencegah terjadinya reaksi kimia yang dapat menurunkan mutu pangan dan mencegah pertumbuhan aktivitas mikroba perusak pangan, membuat makanan dapat diproduksi secara massal, menjadikan pangan lebih baik dan menarik sehingga menambah dan merangsang timbulnya selera makan, meningkatkan kualitas pangan, menghemat biaya, dan memperpanjang masa simpan produk. Penambahan bahan tambahan makanan dapat mencegah kecenderungan produk makanan yang tidak dapat disimpan secara lama karen sifat bahan pangan segar yang mudah rusak dan musiman. Bahan tambahan makanan juga menjawab gaya hidup konsumen yang menginginkan produk mudah dan cepat. 

Berdasarkan peraturan Permenkes, diketahui pada dasarnya penggunaan BTM dalam produk pangan diperbolehkan karena bertujuan untuk menghasilkan produk makanan yang sehat dan bermutu. Namun, hal yang harus diperhatikan adalah bahan tambahan makanan yang menggunakan produk kimia sebagai bahan dasarnya sangat berbahaya bagi kesehatan dan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama atau berlebihan jumlahnya dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kanker bahkan kematian. Sedangkan secara jangka pendek, penggunaan zat-zat tersebut akan menimbulkan efek mual, sakit kepala, gatal-gatal dan muntah, asthma, juga gangguan hati dan kesulitan belajar. Oleh karena itu, dalam penggunaannya tidak boleh melampaui ambang batas maksimal yang telah ditetapkan. Hal ini juga didukung oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dinyatakan bahwa pemerintah berkewajiban untuk menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan yang salah satunya dilaksanakan melalui pengaturan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) untuk menjaga pangan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan higienis. 

2.6 Batas Maksimal Pemberian BTM yang Diperbolehkan

Batas maksimal merupakan jumlah maksimum suatu bahan tambahan pangan yang dapat dimasukkan dalam satuan pangan yang telah diatur penggunaannya. Produk Good Time memiliki bahan tambahan pangan berupa lesitin kedelai, high fructose syrup (HFS), natrium bikarbonat, dan perisa coklat. Batas maksimal penggunaan  BTM pada produk Good Time yaitu  lesitin kedelai sebanyak 322(i), high fructose syrup (HFS) sebanyak 965(ii), natrium bikarbonat sebanyak 500(i), dan perisa coklat sebanyak 500(i). Persentase takar pada BTM Good Time adalah secukupnya yang artinya jumlah bahan tambahan pangan yang diizinkan terdapat pada pangan yaitu dalam jumlah secukupnya yang diperlukan untuk menghasilkan efek yang diinginkan. (Dan, 2012). Sedangkan pada produk Pop Ice BTM yang digunakan adalah pemanis buatan yaitu aspartam, asesulfam-k, dan natrium siklamat. Batas maksimal penggunaan  BTM pada produk Pop Ice yaitu aspartam 951 dengan takaran 0 - 40 mg/kg berat badan, asesulfam-k sebanyak 950 dengan takaran 0-15 mg/kg berat badan, natrium siklamat sebanyak  952(iv) dengan takaran 0 -11 mg/kg berat badan (sebagai asam siklamat) (BPOM, 2019). Jumlah setiap BTM yang digunakan diatur pada tingkat yang aman bagi manusia, namun konsumsi makanan olahan setiap hari sangat bervariasi, sehingga dapat terjadi overdosis. Dampak dari konsumsi BTM yang berlebihan paling banyak terjadi pada anak-anak karena saat ini banyak jajanan yang mengandung BTM. Selain itu, sistem detoksifikasi anak-anak tidak seefektif sistem detoksifikasi orang dewasa (Utami, 2012). Oleh karena itu batas maksimal pemberian BTM pada makan perlu diperhatikan agar tidak terjadi kelebihan BTM yang akan menyebabkan overdosis.





3. KESIMPULAN

Berdasarkan pemaparan perihal produk Pop Ice dan Good Time Chocochips dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua produk tersebut menggunakan Bahan Tambahan Makanan (BTM) yang aman digunakan bagi produk pangan. Bahan Tambahan Makanan yang digunakan pada produk Good Time Double Chocochips  yaitu high fructose syrup (HFS), natrium bikarbonat, dan perisa coklat. Sedangkan BTM yang digunakan pada produk Pop Ice hanya aspartam, asesulfam-k, dan natrium siklamat. Meskipun bahan tambahan makanan tersebut tergolong aman perlu diperhatikan takaran yang digunakan pada masing-masing produk agar tidak berpengaruh buruk bagi kesehatan konsumen serta citra dari produk. Bahan Tambahan Makanan yang terkandung pada pop ice sendiri memiliki batas maksimal penambahan pada setiap komposisi yaitu Natrium siklamat dan asesulfam-K sebesar 952(iv), dan aspaartam sebesar 951(iv). Sedangkan presentase penambahan BTM pada produk Good Time yang diizinkan sebesar 500(i). BTM yang terkandung pada kedua produk tersebut membantu produk untuk mencapai standar yang diinginkan oleh konsumen terutama untuk mempertahankan cita rasa dan nilai estetika dari produk. Selain itu juga BTM berperan untuk mempertahankan kesegaran dan membantu dalam proses pengolahan.

DAFTAR PUSTAKA

Arumsari, A. (2016). Uji Kandungan Siklamat pada Legen Jamu Gendong di Kelurahan Sekip Jaya Palembang (Skripsi) (Doctoral dissertation, UIN Raden Fatah Palembang).

BPOM. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Bahan Tambahan Pangan.

DAN, D. B. P. K. P., BERBAHAYA, B., MAKANAN, B. P. O. D., & INDONESIA, R. (2012). Pedoman Informasi dan Pembacaan Standar Bahan Tambahan Pangan untuk Industri Pangan Siap Saji dan Industri Rumah Tangga Pangan.

Dewi, D. P. (2018). Substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) pada cookies terhadap sifat fsik, sifat organoleptik, kadar proksimat, dan kadar Fe. Ilmu Gizi Indonesia, 1(2), 104-112.

Izzuddin, A. (2018). Pengaruh label halal, kesadaran halal dan bahan makanan terhadap minat beli makanan kuliner. Jurnal Penelitian Ipteks, 3(2), 100-114.

Khomsan, Ali. (2007). Healthy Snacks for You. Dalam: Asia Pacific Food Industry Vol. 01. 3 September/October 2007. PT. Bright Eastern Media Indonesia, Jakarta

Ratnani, R. D. (2009). Bahaya bahan tambahan makanan bagi kesehatan. Majalah Ilmiah MOMENTUM, 5(1).

Rosida, D. F., Putri, N. A., & Oktafiani, M. (2020). Karakteristik cookies tepung kimpul termodifikasi (Xanthosoma sagittifolium) dengan penambahan tapioka. Agrointek: Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 14(1), 45-56.

Siagian, A. (2002). Bahan Tambahan Makanan.

Sema Aydฤฑn, Yรผksel ร–zdemir, "Development and Characterization of Carob Flour Based Functional Spread for Increasing Use as Nutritious Snack for Children", Journal of Food Quality, vol. 2017, Article ID 5028150, 7 pages, 2017. https://doi.org/10.1155/2017/5028150

Utami, V. T. (2012). Pertanggungjawaban pelaku usaha terhadap penggunaan bahan tambahan makanan (btm) dalam jajanan anak (Suatu Telaah Perlindungan Terhadap Anak Sebagai Konsumen).

Wijaya, C. H., Mulyono, N., & Afandi, F. A. (2012). Bahan Tambahan Pangan Pengawet. PT Penerbit IPB Press.

YI, T. J., FRANCIS, F., ABD MUTALIB, S. A. H. I. L. A. H., & ZAINI, N. A. M. (2022). Aktiviti Antimikrob Selulosa Bakteria daripada Komagataeibacter xylinus menggunakan Minuman Manis Komersial Tamat Tempoh sebagai Punca Karbon. Sains Malaysiana, 51(8), 2695-2711.


Sifat Baik Mendatangkan Kebaikkan Dan Sifat Yang Jelek Mendatangkan Kejahatan!


Kebaikan yang abadi akan terus menabur agar dapat menuai hasil yang memuaskan di masa tuaNya.



Hati yang *GEMBIRA* adalah _obat_ yang *MANJUR*, 


Hati yang *KERAS* menemui _jalan_ *BUNTU*, 


Hati yang *LEMBUT* _mendatangkan_ banyak *SAHABAT*, 


Hati yang *SERAKAH* _menciptakan_ *PERANGKAP*, 


Hati yang *BERSIH* _menjauhkan_ *MASALAH*, 


Hati yang *SIRIK* _mendatangkan_ *MUSUH*


Hati yang *BERSYUKUR* _membawa_ *KETENANGAN* 


Perbuatan adalah *CERMINAN* _isi hati_. 

Jika _hati_ dipenuhi *KEBAIKAN*, maka _sikap_ dan _tindakan_ akan *BAIK*, begitu pula sebaliknya.


Segala *KEGEMBIRAAN* yang ada di dalam dunia ini *DATANG* dari _tindakan_ kita untuk selalu melakukan kebaikan kepada orang lain


*Gbu all ๐Ÿ™*

Kamis, 05 Januari 2023

Jangan Terlena "Kaum Papua", Bangsamu Sedang Mati Kawan!

 Jangan Terlena "Kau Papua", Bangsamu Sedang Mati!


Oleh: Willy Sardi


Saya sebagai orang Melayu, yg lahir di Jakarta,  yg mempelajari ilmu-ilmu sosial dan belum lama tinggal di Papua ini sedang melihat kamu terlena tetapi sesungguhnya  kamu sedang mati, bangsa kamu akan segera tinggal cerita.  


Karena itu,  saya hanya mau memberitahukan tanda2 kematian masa depan anda secara pribadi dan bangsamu di masa depan.  Saya cukup beritahu dan anda sendirilah cari solusinya, apa solusi yg tepat atas kondisimu,  kondisi bangsamu. 


Berikut tanda-tanda kamu orang Papua dan bangsamu akan tinggal cerita segera: 


Pertama, kalian,  orang Papua kini punya satu musim baru. Musim yang tak banyak saya jumpai di Jawa, bahkan dalam buku sejarah.  Bukan hanya musim matoa,  musim kemarau atau musim mangga,  musim muntaber untuk anak-anak kalian. Tapi,  musim baru kalian adalah musim kematian tiba-tiba. Hari-hari ini,  tidak hanya pimpinan gereja kalian saja yang mati tiba-tiba tetapi lihatlah di sekeliling anda,  banyak orang Papua mati tiba-tiba.  


Tidak ada yang tahu pasti penyebab musim baru itu.  Mereka mati misterius. 


Kedua,  ini lanjutan dari yang nomor satu di atas.  Kalian orang Papua kini punya satu penyakit baru yang belum banyak dijumpai di dunia kedokteran modern.  Penyakit itu ialah penyakit "jatuh". Para pemimpin gereja kalian mati karena penyakit "jatuh". Ini penyakit berbahaya. 

 

Coba kalian,  orang Papua renungkan,  Pastor Nato Gobay, jatuh tiba-tiba di kamar mandi dan meninggal. Itu setelah 30 menit sebelumnya memimpin ibadah di salah satu gereja katolik di Nabire sana. 


Pastor Yulianus Mote, dikabarkan jatuh pingsang tiba-tiba di bandar udara wamena saat berangkat dari Jayapura ke Wamena. Ia berobat ttp tdk tertolong dan meninggal. 


Pastor Neles Tebay jatuh tiba-tiba di ruang kuliah di salah satu kampus calon imam di Jayapura. Ia berobat dan tdk tertolong dan kemudian meninggal.


Kemudian, Uskup Timika,  Mgr. John Philip Saklil jatuh di halaman rumah uskup dan meningal. Ia meninggal setelah sebelumnya memimpin misa.  


Kalian,  orang Papua tahu bahwa mereka jatuh karena mereka ini pimpinan umat dan informasinya disebarkan. Coba cari tahu dan hitung sekeling anda,  berapa orang lain lagi yang mati dengan model ini.  Banyak.  


Ketiga, para pimpinan kalian mati misterius. Dalam sejarah yang saya pelajari, kematian pemimpin adalah pukulan telak,  ia adalah kematian sebuah komunitas,  kematian bangsa. Kematian pemimpin adalah duka panjang, bukan karena semata2 kehilangan fisik tetapi ia membawa pergi ide,  gagasan,  semangat, dan visi. 


Mereka yang meninggal saat2 ini adalah pemimpin gereja. Banyak pemimpin kalian di birokrasi dan politik juga mati misterius, ada yang pelan2, ada yang mati seketika.  Kalian tahu,  Arnold Ap,  Theys,  Gubernur Salosa, Wospakrik,  Agus Alua,  dan anda pasti tahu yang lain. Yang wajar adalah meninggal normal karena sakit atau sudah umur tua.  


Anda pasti tahu yg mati berlumuran darah, pasti banyak.  Ini yg misterius.. 


Keempat, kalian banyak doktor dan master. Sarjana berlimpah. Ada tamatan luar negeri,  ada tamatan dalam negeri dan ada yg tamat di tengah realitas yang membunuh kalian di Papua.  


Tp,  kalian diam atas masalah2 bangsamu yang sudah stadium empat ini,  jika itu adalah penyakit.. 


Gelar kalian hanya di atas kertas,  tak bisa buat apa2 untuk tanah airmu. Anda hanya urus perutmu,  anda hanya urus jabatanmu,  anda terhanyut dalam rutinitasmu dan tepuk dada, bangga dgn gelarmu.  


Anda tidak menulis, anda tidak buat kajian,  anda tidak berjuang, anda jijik berada di jalanan untuk melawan,  anda tidak menjadi diplomat,  anda tidak urus tanah adatmu,  anda tidak mendidik kaummu. 


Itu artinya,  anda memang ingin membiarkan bangsmu mati atau gelarmu hanya di atas kertas dan tidak belajar sungguh2 untk mengerti realitasmu.  


Apakah anda sengaja ataupun tidak paham, yang jelas, saya mau memberitahu bahwa,  ketika orang sekolah (doktor,  master,  dan sarjana) diam membisu maka itu tandanya bangsa itu sedang mati pelan-pelan.  Matinya aktivitas intelektual adalah matinya sebuah bangsa.  


Kelima, orang Papua lupa budaya. Budaya bukan sekedar pakaian adat,  tapi keseluruhan tatanan  kehidupan: religi, sistem politik,  mata pencaharian,  kesenian,  peralatan,  bahasa,  sistem dan pengetahuan. 


Kalian gemgang erat2 segala yang baru datang.  Lalu,  kalian lupa diri dan terlena dan mereka ambil apa yang kalian tinggalkan.


Jangankan budaya,  anda tinggalkan mamamu sendiri,  anda pergi kawin dengan yang putih. Yang putih dan semua yang datang dari luar lebih baik.  Itu cara anda membunuh mamamu,  budayamu dan masa depan bangsamu secara pelan tapi pasti. 


Keenam, kalian pemalas dan hidup dari belas kasihan dan judi.  Kalian, orang Papua itu saya amati pemalas,  duduk saja,  cerita-cerita saja,  habiskan waktu. Jalan minta sana minta sini sama saudara lain, harap sana harap sini. Setelah dapat uang habiskan saat itu juga,  sisanya main judi,  togel. Uang habis jalan minta  lg ke saudara padahal sudah sarjana, padahal sehat dan badan kuat,  padahal hutanmu luas, tanahmu subur.  


Satu pemuda bisa habiskan uang 3 atau 4 juta dalam satu bulan. Uang itu dapat dari mana, sedangkan ia tidak punya pekerjaan,  tidak punya kebun,  tidak punya ternak? Jawabannya adalah ia dapat dari belas kasihan orang lain dan judi. 


Saya ketemu dua pemuda di Kantor Gubernur. Tas mereka berisi. Saya ajak cerita, apa yang mereka isi dan apa kerja mereka.  Yang mereka isi adalah proposal dan buku togel. Mereka begitu polos,  saya amati mereka keliling jual2 proposal dari satu ruangan ke ruangan lain di kantor gubernur. Mereka tidak bekerja, satu orang sarjana dan satunya lagi pemuda.  


Satu kesempatan,  saya dengan beberapa teman kami kerja borongan di tanah Hitam. Kami pendatang dua orang dan mereka anak Papua tiga orang. Kami dibayar masing2 orang Rp. 4.700.000. Satu minggu kemudian,  saya tanya, masih adakah yang itu?  Uang mereka sudah habis.  Satu orang beralasan,  uang itu bayar spp adiknya. Satu lagi,  bagi-bagi dengan keluarga.  Satu lagi yang parah,  ia mengesal karena uang itu habis minum dan main togel. 


Tidak banyak orang Papua yang saya jumpai hargai proses dan tekun serta hemat. Sebagian hanya mau cepat jadi dan kejar yang besar,  tidak ada usaha2 kecil,  kecuali mama2 yang jualan. Anak muda takut jualan,  jaga gengsi,  jalan rapi2 tapi dompet kosong. 


Ketujuh, perempuan muda Papua hancur.  Sore-sore,  apalagi malam minggu kota Jayapura penuh gadis2 belia Papua bercelana mini. Mulut penuh pinang dan rokok di tangan.  


Mereka berkelompok hingga larut malam. Mereka buat apa?  Mereka menunggu bookingan dari siapa saja yg mau ajak jalan,  sekedar minuman keras atau seks dengan bayar murah.  Yang penting dapat uang,  entah 100 rb. Ada yang anak sekolh dan ada yg sdh tdk sekolah. Saya ajak ngobrol,  mereka cerita d rumah tdk ada makanan dan cari uang sekolah.  


Jika perempuan hancur,  bagaimana mereka akan menikah,  mengandung, melahirkan anak yg sehat dan mendidiknya menjadi besar untuk gantikan pemimpin kalian yg sudah banyak mati.  Bagaimana mereka akan urus suami jika sdh hancur begini.  Perempuan kuat, bangsa kuat.


Kedelapan,  orang tua malas tahu dgn pendidikan anak. Tidak ada budaya belajar di rumah. Beberapa rumah di teman2 Papua tdk ada meja belajar untuk anak mereka.  Satu kamar, anaknya dengan dua tiga orang tamu dr saudara lain. Sore hari anak2 tdk ada kebiasaan belajar di beberapa rumah yang saya kunjungi.  Makan mlm larut malam sekali,  ada yang jam 9,  anak yg paling kecil sdh tdr. Ayah dan ibu,  punya urusan masing2, tdk dampingi anak belajar.  


Pada pagi hari,  saya perhatikan di jalanan,  tidak banyak orang Papua yg antar anak ke sekolah. Padahal di rumah ada mobil dan motor.  Ada satu pejabat punya mobil dua dan motor ada satu di rumah tp pgi hari dia bagi uang sama anaknya.  Dia tdk antar, anak jalan sendiri,  naik ojek. Ini bukan soal kasih uang tp ini soal bagaimana bentuk kasih sayang orang tua. Pendatang juga punya uang tp mereka antar anak mereka, lihat di lampu merah pagi hari.  Bicara tuan tanah tp tidak urus pendidikan anak baik2, bagaimana mau jd tuan rumah. 


Kesembilan,  kakak saya kenal banyak orang Papua yang menyebut diri pengusaha tapi setelah saya tanya pengusaha itu artinya punya CV dan PT. Mereka jalan cari proyek di dinas2, setelah dapat, kerja selesai dan uang habis.  Tdk ada yang buat unit usaha yang profit atau datangkan uang. Ini beda dgn pendatang.  


Kesepuluh, jual tanah. Orang Papua jual tanah kepada kami. Kalian tdk kontrakkan. Padahal kalian punya anak banyak.  Anak2 kamu akan ke manakan kalau sdh kami kuasai semua.  


Kesebelas,  sekolah pinggiran dan kampus dan jurusan yang bisa cepat jadi sarjana. Tidak banyak anak2 Papua yg masuk di sekolah bermutu. Anak2 Papua banyak saya jumpai di sekolah2 pinggiran, sekolah yg dpat nilai gampangan dan masuk diperguruan tinggi yg biasa2 pada jurusan2 sosial semua.  Jadi,  orientasi mencari nilai dan ijazah,  tidak cari kemampuan otak dan keterampikan untuk hidup kalian. 


Keduabelas,  kampus2 sepi dengan mimbar akademik. Tdk banyak kampus di Papua yg lakukan seminar2 atau aktivitas lain.  Para dosen juga tdk banyak yg menulis karya ilmiah yang terkait dgn bidang ilmu atas kondisi rill di Papua.  


Ketigabelas,  ruang ekspresi disumbat.  Saya lihat hal berbeda di Papua dgn di Jawa. Di sini,  orang tdk boleh demo,  langsung ditangkap atau dibubarkan dititik aksi. 


Ketigabelas,  saya tidak jumpa wartawan luar negeri di Papua.  Media2 di Papua saya tidak temukan bikin liputan yang berkualitas.  Saya menyebut majalah dinding sekolah/pemerintah.  


Keempat belas,  yang jual ikan kebanyakan bukan orang Papua,  yg jual hasil kebun kebanyakan bukan orang Papua, yang tambang rakyat jg bukan orang Papua,  yang jual pinang juga sekarang bukan orang Papua,  apalagi kios atau toko.  


Kelimabelas,  petinggi Papua di Jayapura kebanyakan hanya bicara2 saja di media,  tidak banyak aksi nyata.  Tidak ada kepercayaan diri juga padahal papua itu kaya dan punya posisi tawar dgn Jakarta yg sangat tinggi. 


Keenambelas,  birokrasi dan parlemen sdh dikuasai oleh kami.  


Ketujuhbelas,  orang Papua terlalu dewakan kami pendatang. Dewa jadi diberi apa pun,  harga dirinya pun kalian berikan, kamu  beri marga dan  angkat jadikan kepala suku,  nobatkan jd anak anaklah. Lalu,  di mana posisi kalian orang Papua di sana.  Kalian itu sebenarnya sedang bimbang. 


Kedelapan belas,  kalian orang Papua itu mudah dibeli dan tidak bisa bersatu dan mudah diprovokasi,  mudah dikotak2an dengan istilah gunung dan pantai sehingga kalian terhanyut dalam adu domba,  lupa daratan tanah besar Papua bahwa kalian adalah tuan tanah.  


Kesembilan belas,  kalian panas-panas tai ayam dan makan mentah ajaran kasih. Tuhan musnahkan musuh Israel di laut merah.  


Kalian tambah2 sendiri.  Ada banyak tanda kalian ini sesungguhnya akan segera tiada.  Pikirkan dan renungkanlah sodara.  


Dari sodara kalian,  Willy Sardi Jayapura.

Senin, 02 Januari 2023

Happy New Year 2023 (Damai Di Hati Salam Tahun Baru 2023)

 *Entah siapa yang  menulis ini*

     *Sepertinya kok  bagus*๐Ÿ‘

       ๐Ÿ‘‡

๐Ÿ—“ -Tak Terasa

      -Tahun 2022

      -Tinggal Kenangan saja Hari lagi

      -Tahun 2022

      -Akan Segera

      -BERAKHIR-


      -KITA AKAN

      -MENJELANG

      -TAHUN BARU

       2023


 ❤ *BUAT*

       *KELUARGAKU*

         Kamulah yang

         terpenting 

         dalam hidupku๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’› *BUAT YANG KU*

      *SAYANGI*

       Aku minta maaf

       atas sikap

       dan tindak tandukku

       yang menyakitkan

       hatimu๐Ÿ™


๐Ÿ’š *BUAT KAWAN*

      *KAWANKU*

        Maafkan aku

        pernah khilaf dan

        salah padamu๐Ÿ˜ฅ

     

๐Ÿงก *BUAT*

       *SAHABATKU*

        Jangan lupakan

        aku bila suatu

        masa nanti kita

        terpisah๐Ÿ˜ญ

    

๐Ÿ’™ *BUAT YANG TAK*

      *SEPENDAPAT*

        Maafkanlah bila

        selama ini aku

        selalu salah

        dimatamu๐Ÿ˜“

     

๐Ÿ’œ *BUAT YANG*_ 

      *SAYANG PADAKU*

       Aku juga sangat

       menyayangimu๐Ÿค—

     

๐ŸคŽ *BUAT YANG TAK*

     *KENAL DENGANKU*

       Salam kenal

       semoga kita bisa

       menjadi sahabat

       yang baik๐Ÿค

        

๐Ÿ™ *TERIMA KASIH*

     *BUAT SEMUANYA*

       Karena telah

      *menghiasi* hidupku

       di tahun 2022.


๐Ÿฅณ  Semua itu akan

       menjadi *kenangan*

      *yang indah* dan 

      *bermakna* bagiku


๐Ÿคฒ *DOA DAN*

      *HARAPANKU*

        Semoga di tahun  2023 menjadi lebih baik dari 

       tahun 2022 sehat jasmani dan 

        rohani, serta sejah-tera semuanya...

         Aamiiin...๐Ÿ™


  *MENYONGSONG* 

  *TAHUN BARU*

  *2023*

        

     ๐ŸŒน๐ŸŒด๐ŸŒท๐ŸŒป๐ŸŒณ๐Ÿ’๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Kamis, 12 Mei 2022

SURAT CINTA UNTUK PEREMPUAN

 Tulisan bagus,

Edisi Coslai...!!!


Surat Cinta untuk Perempuan.


Surat cinta untuk perempuan, Adalah seorang perempuan dengan kepak sayap bidadari bertelapak kaki surga. Dari rahimnya lahir kehidupan-kehidupan baru. Ia perempuan yang mampu mempertaruhkan banyak hal; kecantikan, kebebasan dan ketenaran demi anaknya terurus dengan baik. Kandungannya adalah rumah ternyaman, dan buah dadanya mengalirkan sumber kehidupan. Nyawanya ia pertaruhkan demi memastikan lahirnya kehidupan baru.


Sembilan bulan adalah waktu yang cukup lama dengan penderitaan yang sangat panjang. Tubuhnya adalah tubuh kemulian yang melahirkan orang-orang hebat. Ia menyulam tangis menjadi tawa, derita menjadi suka cita, dalam pelukannya ada cinta yang tak mampu didefinisikan, dialah kesempurnaan cinta dan dialah keseriusan perjuangan.


Inilah pembuktian hebatnya cinta seorang perempuan. Ia diberi cinta, ia akan mengembalikannya berkali-kali lipat lebih besar, ia diberi ketulusan, maka hidupnya akan didedikasikan seutuhnya untukmu, ia diberi benih, maka ia akan melahirkan kehidupan. 


"Salam hormat untuk kalian wanita-wanita perkasa yang sudah sangat berjasa menghadirkan kehidupan-kedupan baru."

Seribu puisi indah tak akan mampu mendefinisikan besarnya cinta kalian. Terima kasih sudah menjadi pelengkap dan bagian dari tulang dan daging kami. 


_aku lai_

Akuas, 12 mey 2022.

Minggu, 17 Oktober 2021

KETIGA KITA MENCIPTAKAN SUASANA KEBERSAMAAN


TUHAN ADALAH JAWABAN UNTUK SEMUA BERSOALAN  SEKARANG DAN SELAMANYA


Ketika kita mengalami Keputus-asaan

Hanya Tuhan yang memberi harapan yang pasti.

Ketika kami mengalami kekelisahan hanya Tuhan yang memberi ketenangan apadi 

Ketika kami mengalami menghiaan hanya Tuhan yang memberi penghargaan murni.

Ketika kami mengalami kekecewaan hanya Tuhan yang memberi penghiburan se jadi 

Ketika kami mengalami kesendirian hanya Tuhan yang bernyataan sampai selama Nya

Tetap Menabur kebaikan Meskipun orang lain berbuat yang tidak baik terhadap Kita

Bungkas Nare, Siep Chemon  

Ap nori nim ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ญ

Ap fano angge ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ

Sabtu, 16 Oktober 2021

BIOGRAFI SINGKAT ALI

 BIOGRAFI SINGKAT ALI

Nama saya Alius Wandik, Lahir di Yalimo, 10 Januari 2000, saya anak pertama dari enam bersaudara, buah dari basangan Alpius wandik dan Mariam kepno. saya biasa dibanggil Ali, saya terlahir di keluarga yang sangat sederhana, Ayah saya seorang petani di yalimo sebuah desa gefido, sedangkan ibu saya seorang ibu rumah tangga di des gefido. sejak saya kecil selalu dinasihati oleh ibu saya untuk selalu "rajin beribadah, jujur baik terhatap sesama dan membatu serta menolong sesama dan jangan menyakiti hati perempuan, karena kamu lahir dari ibu seorang perempuan".
ketiga saya berumur 9 tahun, saya memulai pendidikan di SD Yakpesmi Hulikma, Yalimo, kemudian setelah saya lulus tahun 2015, saya melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Hulikma, Yalimo, di tahun 2015. Selepas lulus dari SMPN 1 Hulikma di tahun 2017, saya mengikuti program pemerintah Provinsi Papua-Yalimo (ADEM) dan saya melanjutkan pendidikan di SMAN 7 Malang, kota malang jawa timur.
ketiga saya meninjak kelas X SMAN 7 Malang, saya mengikuti ekstrakulikuler Paskibra yang Menggibarkan dan Menurunkan Bendera Sangsaga Merah Putih di Sekolah. dan saya mengikuti lomba Paskibra kota Malang, se-jawa Timur, dan dengan thema GARUDA "Gebyar Kreasi Pemuda Bangsa" menjadi juara 3 dalam perlombaan tersebut tahun 2018.
Tentu saja ini membuat hati saya senang dan termotivasi dan semakin bersemangat untuk terus belajar, terutama tentang prinsip-prinsip kepemimpinan, dari Terpimpim, Memimpin dan menjadi Pemimpin yang jurur dan kerja profesional. Bagiku menjadi Pemimpin yang jujur dan profesional merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan beragama karena kejujuran pemimpin itu ialah dasar dan kunci dari seluruh aspek kehidupan Masyarakat secara Rahani dan Jasmani.
selain paskibra saya juga aktif dalam kegiata ekstra lain di sekolah, seperti atiwiyata, futsal, vollyball dan lain sebagainya. Saat saya masih duduk di banggu SMA kelas IIX jurusan IPS, bergeinginan setelah lulus nantinya melanjutkan kuliah di (UB) Malang dan (UGM) Yogyakarta.
saat ini saya diterima di UB dan sekarang saya melanjutkan dari program pemerintah daerah papua  ADEM ke ADIK, saya diterima di Universitas impian saya yaitu Universitas Brawijaya kota Malang Jawa timur, Fakultas Pertanian program study Agribisnis, sekarang aktif sebagai mahasiswa FP_UB