Translate

Senin, 20 September 2021

DALAM PERJALANAN HIDUP BANYAK CERITA YANG KITA CIPTAKAN

 Harry Ini Nyata, Nasihat Ayah dan Bunda.

 

Setelah kau Besar nanti akan melewati Gunung, Lembah, dan Laut, untuk mengkejar Cita-cita Naakk.


Terimakasih Ayah Bunda Atas Nasihat-nya.


Walaupun aku kecewa dengan keberangkatan yang seperti mimpi. 


Tapi aku Yakin dan Percaya Doa dan Harapan Orang Tua sangarlah Besar dan berarti Bagu-ku. 


Dan Kita berjumpah Karena Doa dari keluarga, dan kami Perbisah semendara, Karena cita-cita untuk masa tua kelak nanti.


 "I love you Brother, Mom, sister and younger siblings."


Gini dibah saatnya kami kami akan, perbisah dan pertemu dalam Doa. 


Ibrani 13:8


Kita sama" dijaga oleh:

- Tuhan Bapa sang pencipta Langit, Bumi, Laut, dan segala Isi-Nya. 

-Yesus Sang Raja jurus'slamat kita. 

-Roh kudus penghiburan, penolong dan perantara kita, dari Sekarang, besok ,dan sampai selama-lamanya.


Dan Saya Ucapkan Banyak Terimakasih keluarga besar IMP-KL dan PTN bawah yang memberi arti hidup dan memberi warna yang berbeda kepada saya, dalam hal (“Positif maupun Negatif”,sa sukha) 


kami bertemu Karena ilmu, dan kami Perbisah, Karena cita-cita. 


Love you all 

See you all 

Thank you so much.


Nare Nehe, Nori Nehebi, Nikni Nisina, Nami Namloho, Nowe Not, wa Salam hangat dari Ali untuk kenangan suka-duka, Susah-senang, pahit-Mani's, canda-tawa yang kita lalui bersama. 

#hidupmahasiwa

#hidupimpkl 

#anakrantau

#anakrantaupunyacerita

#perjalananhidup

Covid membuat manusia panik dan dunia meraja lelah

      https://covid19.go.id/

Kita merasa baik-baik saja Namun lain ceritanya. 

Dunia meraja lelah dengan adanya wabah virus corona atau di singkat dengan kata lain yaitu Covid 19.

Wabah atau virus ini Sangat sulit di indentifikasi.

Karena para ahlih berangkapan, bahwasanya virus ini terdular melalui penghirupan udara. 

Sehingga kami selalu menggunakan masker kemana-mana, rasanya berteriak, namun teriakan kami sendiri pun tidak bisa masuk sampai di atas meja maupun di telingga pemerintah, Karena Suara kami selalu jadi alas Kaki pemerintah dalam  atas kepentingan berut diri sendiri. Tidak untuk kepentingan umum maupun menyeluruh. 

Maka membersulit (UMKM) masyarakat kecil, pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi, di seluruh wilayah indonesia. 

Tapi apakah benar-benar ada atau tidak mengenai covid 19 ini?  kami sebagai rakyat kecil tidak bisa mengidentifikasi, tapi kami hanya meradapi semua anjuran pemerintah.


Kebijakan (ppkm) peraturan pembatasan kegiatan masyarakat. Ini membuat, masyarakat sulit untuk dapat makan, cari makan, dan cari pekerjaan dan lain sebagai nya. 


@saverakyat 

@hiduprakyat

@bersuara

https://covid19.go.id/




Sabtu, 18 September 2021

YALIMO ADALAH KOTA PERMASURI




 Pemerintah kabupaten yalimo

         Kabupaten Yalimo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papuayang dibentuk pada 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008.


         Kabupaten Yalimo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papuayang dibentuk pada 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008.


Sejarah Kabupaten Yalimo sangat berhubungan erat dengan sejarah perkembangan gereja di wilayah ini, dimana sejak tahun 1960-an misionaris mulai berdatangan dan mulai melakukan penginjilan di daerah ini.
Yalimo adalah tempat pemerintahan masyarakat adat yalimo itu sendiri

Yalimo terdiri dari dua suku kata yaitu :
Yali dan mo, Yali yang arinya suku, Mo artinya tempat matahari terbit.
Yalimo = dibagi menjadi lima Distrik, D
isrik Elelim, Distrik Abenaho, Distrik Apahabsili, Distrik welarek, Distrik Benawa.  Di sarannya ada 300 kepala kampung. kenapa Yalimo disebut Bermaisuri, Karena adalah tempat yang baling aman,dan strategis Karena Yalimo tempat injil dan bersamaan dengan  pemerintahan Yalimo Itu sendiri. 


#saveyalimo 
#yalimopulih

ANAK ANAK ADEM JAWA TIMUR PAPUA

        ketiga kami senasib, kami telah dipilih dari setiap kabupaten kota kami masing-masing, dan kami dikumpulkan di jayapura papua di hotel.


Awalnya kami tidak sling paku kenal, tetapi karena ilmu kami dipersatukan di tanah rantauan jawa timur kota malang, susah senag, dinging panas, sakit beri, lapar haus kita lalui bersama. dan sekarang endah kemana? 


apa kabar kamu semua , aku rindu canta dan tawa  yang kita bangung bersama , cerita history kami apakah itu hanya imajinasi saja kah? 
Ada bepada mengadakan "SETIAP PERTEMUAN HARUS ADA PERPISAHAN"
ada juga yang mengatakan merelahkan perbisahan 

"KARENA ILMU KAMI PERTEMU DAN KARENA CITA-CITA KAMI PUN HARUS PERPISAH"


Iya sih semua pertemuan harus ada perbisahan dan merelakan, kami sebagai makluk sosial bunya banyak pilihan dan juga atas tuntutan yang harus mendesak maka kami pun perpisa.   
kami berkumpul karena ilmu dan kami pun perbisah karena cita-cita. 










 






LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM DASAR BUDIDAYA TANAMAN 2020/21

                         LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM DASAR BUDIDAYA TANAMAN

“Bahan Tanam Vegetatif Kunyit (Curcuma domestica Val.)”

                                                  Disusun oleh: 

                                          Alius wandik dengang ekor NIM, 001

 

 Kelas: V Program Studi: Agribisnis

 Asisten Kelas : Wirda Azzah

 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2021

 LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM DASAR BUDIDAYA TANAMAN

 Kelas : V 

Disetujui Oleh Asisten Kelas, 

Wirda Azzahra NIM. 111198

 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2021

KATA PENGANTAR 

Segala puji kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah, rahmat, dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Rasa syukur pun tak semestinya berpaling atas karunia-Nya sehingga saya dapat melaksanakan praktikum Dasar Budidaya Pertanian dan mampu menyelesaikan penulisan laporan akhir praktikum Dasar Budidaya Tanaman yang berjudul “Bahan Tanam Vegetatif Kunyit (Curcuma domestica Val.)”

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada orang tua yang selalu mendoakan, dosen pengampu mata kuliah Dasar Budidaya Tanaman Untuk itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada Dosen Dasar Budidaya Tanaman Ibu Dr. Euis Elih Nurlaelih, SP, MSi dan Ibu Dr. Ir. Titin Sumarni, MS., serta asisten kelas V yaitu Wirda Azzahra dan para asisten lain yang telah membantu kelancaran praktikum sehingga laporan ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa masih terdapat kesalahan dalam pembuatan laporan ini. Oleh karena itu, penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam pembuatan laporan ini, maka dari itu penulis sangat memerlukan kritik dan saran yang membangun sebagai acuan selanjutnya dalam pembuatan laporan yang lebih baik lagi dikemudian hari agar laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan bagi penulis.

                                     Jayapura, 8 Mei 2021

penulis 

 DAFTAR ISI 

LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................... ii

KATA PENGANTAR........................................................................................... iii

DAFTAR ISI.......................................................................................................... iv

1.  PENDAHULUAN.............................................................................................. 1

1.1  Latar Belakang............................................................................................... 1

1.2  Tujuan............................................................................................................. 2

2.  TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................... 3

2.1  Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.).................................................. 3

2.2  Syarat Tumbuh Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.)........................ 5

2.3  Teknik Budidaya Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.)..................... 5

2.3.1   Persiapan Bahan Tanam dan Media Tanam............................................. 5

2.3.2     Pemeliharaan........................................................................................... 6

2.3.3   Panen....................................................................................................... 7

2.3.4     Pasca Panen............................................................................................ 7

3.  BAHAN DAN METODE................................................................................... 8

3.1  Waktu dan Tempat......................................................................................... 8

3.2            Alat dan Bahan......................................................................................... 8

3.2 Cara Kerja...................................................................................................... 8

3.3.1   Persiapan Bahan Tanam........................................................................... 8

3.3.2      Persiapan Media Tanam......................................................................... 9

3.3.3             Penanaman......................................................................................... 9

3.3.4             Pemeliharaan Tanaman....................................................................... 9

3.3.5             Pengamatan........................................................................................ 9

3.4  Parameter Pengamatan................................................................................. 10

3.4.1             Umur/Waktu Muncul Tunas............................................................. 10

3.4.2             Jumlah Tunas.................................................................................... 10

3.4.3   Tinggi atau Panjang Tunas..................................................................... 10

4.  HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................ 11

4.1  Hasil............................................................................................................. 11

4.1.1             Umur/Waktu Muncul Tunas............................................................. 11

4.1.2             Jumlah Tunas.................................................................................... 12

4.1.3             Tinggi Tanaman................................................................................ 12

4.2  Pembahasan.................................................................................................. 13

4.2.1             Umur/Waktu Muncul Tunas............................................................. 14

4.2.2   Jumlah Tunas......................................................................................... 15

4.2.3             Tinggi Tanaman................................................................................ 16

5.  PENUTUP......................................................................................................... 17

5.1  Kesimpulan................................................................................................... 17

5.2  Saran............................................................. Error! Bookmark not

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 18

DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... 20

           DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

1.    PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Indonesia adalah salah satu negara penghasil rempah-rempah terbanyak di dunia. Indonesia menduduki urutan lima dengan jumlah produksi 110,387 ton/tahun. (Food and Agriculture Organization, 2017). Salah satu rempah-rempah yang tumbuh di Indonesia adalah tanaman kunyit (Curcuma domestica Val.). Tanaman kunyit merupakan salah satu komoditas rempah yang memiliki nilai jual tinggi, karena kunyit digunakan untuk obat herbal dan bumbu dapur masyarakat Indonesia. Faktor yang menyebabkan produksi tanaman kunyit cenderung terus meningkat, karena kunyit di percaya dapat menjaga sistem imunitas tubuh. Satu tahun belakangan ini, permintaan akan kunyit terus meningkat karena kunyit dikatakan bisa menjaga imun tubuh dari Covid-19. Kandungan utama dalam rimpang kunyit diantaranya adalah minyak atsiri, kurkumin, resin, dan oleoresin.

Menurut Badan Pusat Statistika (2018) produksi kunyit pada tahun 2017 memiliki luas panen 50.464.523 hektar dengan total produksi 112.088 ton/ha. Pada tahun 2018 luas panen kunyit yaitu 56.578.610 hektar dengan total produksi

113.101 ton/ha. Berdasarkan data, diketahi bahwa produksi kunyit mengalami peningkatan hasil panen yang sangat sedikit. Kunyit sebagai salah satu komoditas rempah terbesar, memerlukan penanganan yang tepat agar produksi dan kualitas kunyit terjamin. Pengembangan tanaman kunyit terhambat oleh teknik budidaya yang kurang optimal dan keterbatasan teknologi. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kunyit adalah penggunaan pupuk dan pestisida. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan produksi kunyit di Indonesia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman kunyit adalah memberi perlakuan sesuai kebutuhan tanaman, memilih media tanam yang sesuai, dan pemberian pupuk secara rutin.

Media tanam adalah media yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman, tempat akar atau bakal akar akan tumbuh dan berkembang (Wuryaningsih, 2018). media tanam yang sesuai untuk tanaman kunyit, terdiri dari tanah, pupuk arang, dan pupuk debu arang. Media tanam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Campuran beberapa bahan untuk media tanam harus menghasilkan hasil yang tepat karena setiap jenis media mempunyai   pengaruh   yang   berbeda bagi tanaman.

 1.2 Tujuan

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam berupa tanah dengan campuran arang debu terhadap pertumbuhan dan perkembangan komoditas tanaman kunyit.


 2.    TINJAUAN PUSTAKA

2.1   Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.)

Tanaman kunyit adalah salah satu jenis tanaman rempah yang dimiliki segudang manfaat dan banyak digunakan oleh masyarakat. Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman obat temu-temuan yang berpotensi untuk dibudidayakan (Syukur et al., 2006). Kandungan utama dalam rimpang kunyit diantaranya adalah minyak atsiri, kurkumin, resin, oleoresin, desmetoksikurkumin, bidesmetoksikurkumin, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi (Sihobing, 2007). Kunyit dapat digunakan sebagai bahan pewarna, bahan campuran kosmetika, bakterisida, fungisida dan stimulan (Bursatriannyo et al., 2014). Selain itu, tanaman kunyit bisa digunakan untuk menjaga imunitas tubuh, mengibati gusi bengakak, mengobati gangguan pencernaan, dan dapat digunakan sebagai obat penurun tekanan darah.

gambar 1. Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.) (kabartani.com 2016)

Klasifikasi

Menurut Winarto (2003), taksonomi tanaman kunyit dikelompokkan sebagai berikut :

a.       Kerajaan           : Plantae

b.      Divisio              : Spermatophyta

c.       Sub-diviso         : Angiospermae

d.      Kelas                 : Monocotyledoneae

e.       Ordo                  : Zingiberales

f.       Famili                 : Zungiberaceae

g.      Genus                : clan

h.      Species              : Curcuma domestica Val.  

TaTanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan. Beberapa kandungan zat kimia yang terdapat dalam kunyit, diantaranya arabinosa, fruktosa, glukosa, kalsium, kalium natrium, kobalt, zat warna kurkumin, dan minyak atsiri. Kandungan yang terdapat pada kunyit bermanfaat bagi kekebalan tubuh manusia.

Kandungan utama rimpang kunyit adalah kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurkuminoid adalah demetoksikurkumin dan bismideksikurkumin pada tanaman kunyit memiliki konsentrasi sebesar 3%. Kurkuminoid memiliki bentuk kristal prisma atau disebut batang pendek yang membentuk emulsi dan tidak larut dalam air. Selain itu, kurkumin dapat dengan mudah larut dalam aseton, etanol, metanol, bensen,dan khloroform. Kurkuminoid inilah yang memberikan kesan warna kuning jingga pada tanaman kunyit. Kandungan minyak atsiri pada kunyit memiliki persentase sebesar 6 %. Minyak atsiri pada kunyit terbagi lagi dalam komponen artumeron, tumerol, alfa atlanton, beta klairofilen, linalol, dan b

2.2   Syarat Tumbuh Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.)

Tanaman kunyit sangat cocok di budidayakan pada tempat terbuka karena tanaman kunyit memerlukan intensitas cahaya matahari penuh. klim yang baik untuk budidaya kunyit adalah daerah yang memiliki curah hujan 1.000 -

4.000 mm / tahun. Apabila kunyit ditanam pada daerah dengan curah hujan kurang dari 1.000 mm / tahun maka diperlukan sistem perairan yang harus tersedia dan ditata dengan baik. Sebaiknya menanamnya pada awal musim penghujan. Budidaya kunyit bisa di budidayakan sepanjang tahun, dengan suhu udara optimum sekitar 19 - 30 ºC. Tumbuhan kunyit bisa tumbuh baik pada dataran rendah pada ketinggian kurang dari 240 meter dari permukaan laut. Pada dataran tinggi tanaman kunyit dapat tumbuh pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.

Kondisi media tanam yang cocok untuk tanaman kunyit adalah Kondisi tanah yang gembur atau tanah berpasir yang memudahkan tanaman kunyit untuk berkembang. Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi, seperti tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basah. PH tanah yang cocok untuk media tanam kunyit sekitar 7,35 sampai7,45Degradasi kunyit tergantung pada pH dan berlangsung lebih cepat pada kondisi netral-basah (Aggarwal et al., 2003).

 2.3  Teknik Budidaya Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.)

2.3.1  Persiapan Bahan Tanam dan Media Tanam

Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang karena bibit yang berasaal dari rimpang lebih mudah tumbuh. Untuk memilih bibit sebaiknya dipilih dari tanaman yang subur, segar, sehat, berdaun banyak kokoh, dan tidak terserang penyakit. Pilih bibit yang telah memiliki umur dan berasal dari rimpang yang berumur kurang lebih 7 - 12 bulan. Pemilihan bibit sangat penting, rimpang yang telah terpilih dipotong untuk mendapatkan ukuran dan berat yang seragam, untuk memperkirakan banyaknya mata tunas / rimpang.

Kemudian bekas potongan ditutup dengan sekam atau bisa juga dengan merendam potongan kunyit kedalam fungisida seperti benlate atau agrymicin

untuk menghindari pertumbuhan jamur. Setiap potongan rimpang paling banyak memiliki 1 - 3 mata tunas, dengan berat antara 20 - 30 gram dan panjang 3 - 7 cm. Media   tanam   yang   digunakan   untuk   budidaya   kunyit                                                                                           adalah media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang. Media tanam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Campuran beberapa bahan untuk media   tanam harus   menghasilkan   struktur   yang   tepat           karena setiap

jenis media tanam mempunyai pengaruh yang berbeda bagi tanaman.

2.3.2    Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kunyit meliputi beberapa tahap, yaitu penyiangan, pemupukan, pembumbunan, dan penyiraman. Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3 - 5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur setengah bulan, bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur. Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3-4 bulan sekali.

Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, dan luas area daun kunyit. Selain pupuk dasar, tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua tepatnya pada saat tanaman berumur 2 - 4 bulan. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan. Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Oleh sebab itu drainase dan pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak membusuk. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau.

2.3.3  Panen

Ciri dan umur panen, tanaman kunyit siap dipanen pada kisaran umur 8 - 18 bulan, waktu panent tanaman kunyit   terbaik adalah pada umur 11 - 12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur 7 - 8 bulan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan atau perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning. Panen kunyit dilakukan di musim kemarau karena pada saat itu sari atau zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringan. Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul. Sebelum dibongkar, batang dan daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak.

2.3.4    Pasca Panen

Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi.

Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata.Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara. Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab. Suhu yang sesuai dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup.

3.    BAHAN DAN METODE

3.1  Waktu dan Tempat

Kegiatan   praktikum   dasar   budidaya   tanaman   pada    komoditas kunyit dilakukan pada tanggal 21, April 2021- 18 Mei 2021. Tempat dilakukan kegiatan praktikum dasar budidaya tanaman berlokasi di Jl. Pasar Yotefa Abeburapa papua, Kelurahan Wai Mhorock, Kecamatan Abebura, Kota Jayapura, papua. Lokasi kegiatan praktimum dasar budidaya tanaman berada pada derah dataran hingga landai dan berbukit/gunung. Dataran berbukit adalah hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian yang di ukur dari permukaan laut dan sangat tinggi berbukitan, dengan ketinggian sampai dengan 700 meter di atas permukaaan laut. Suhu pada dataran berbukit berkisar antara 22 C-31,8ºC. kelembaban udara rata-rata bervariasi antara 79%-81% di linggungan perkotaan sampai daerah pinggiran kota.

3.2  Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah cetok, penyiram tanaman mengunakan vit, pisau, alat tulis, penggaris, potol vit,dan pelastik 22 cm x 13,5 cm, dan kamera. Bahan yang digunakan adalah kunyit, media tanam berupa tanah, arang tempurung, dan debu arang dengan perbandingan 3:1:1, dan air.

3.2 Cara Kerja

 3.3.1  Persiapan Bahan Tanam

Bahan tanam yang digunakan dalam kegiatan ini adalah bahan tanam vegetatif, yaitu tanaman kunyit. Pemilihan kunyit yang dijadikan bahan tanam yang baik adalah dengan memilih kunyit yang bersertifikat sehingga kualitas kunyit dapat terjaga. Sebaiknya memilih bibit dari rimpang kunyit yang sudah tua. Pastikan pula bibit kunyit berasal dari indukan yang bagus, sehat, dan anti hama. Semakin tua kunyit, maka akan semakin bagus bibit serta tunas yang tumbuh. Bibit kunyit harus berasal dari indukan yang umurnya 7-12 bulan. Pembibitan kunyit dapat dilakukan dengan mengambil rimpang kunyit yang sudah tua. Ciri-ciri rimpang kunyit yang sudah tua adalah munculnya sebuah tunas.

3.3.2      Persiapan Media Tanam

Langkah pertama adalah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam penanaman kunyit. Siapkan media tanah dengan komposisi tanah, arang, dan debu dengan perbandingan 3:1:1. Pengolahan media tanam dilakukan dengan menggunakan cetok, kemudian dimasukkan ke dalam plastic ukuran 22 x 13,5 cm hingga penuh. Setelah itu, beri label pada plastic

3.3.3        Penanaman

Kegiatan yang dilakukan terlebih dahulu adalah membuat lubang sedalam 8 cm pada media tanam yang telah dipersiapkan. Lalu, masukkan bibit kunyit ke dalam lubang tersebut. Satu lubang hanya boleh diisi satu kunyit. Setelah itu, tutup lubang dengan media tanam dan siram dengan air secukupnya.

3.3.4        Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman kunyit dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti penyiraman, penyiangan, dan pengendalian OPT. Penyiraman dilakukan menggunakan penyiram air dengan memberikan air secukupnya yang dilakukan setiap satu minggu sekali, karena kunyit adalah tanaman yang tidak terlalu menyukai air. Penyiangan dilakukan apabila terlihat tanaman liar (gulma) di polibag. Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma dengan mencabut tanaman liar hingga akarnya menggunakan tangan. Pengendalian OPT dilakukan dengan penyiraman pestisida organik ke bagian tanaman yang terserang/terinfeksi.

3.3.5        Pengamatan

Pengamatan tanaman kunyit dimulai pada 2 MST. Kegiatan terdiri dari kegiatan pengamatan dan dokumentasi dari waktu muncul tunas, jumlah tunas, dan tinggi tunas. Waktu muncul tunas dilakukan dengan mengamati pada saat umur berapa kunyit muncul tunas. Pengamatan jumlah tunas dilakukan dengan mengamati jumlah tunas yang terdapat pada rimpang kunyit. Pengukuran tinggi tanaman mulai dari pangkal batang di permukaan tanah hingga pada bagian titik tumbuh. Pengukuran panjang tanaman diukur mulai pangkal batang hingga pada bagian atau sulur yang terpanjang.

3.4 Parameter Pengamatan

3.4.1        Umur/Waktu Muncul Tunas

Kegiatan dilakukan terdiri dari pengamatan, dokumentasi, dan pencatatan waktu muncul tunas. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk mengamati waktu pasti tanaman kunyit muncul tunas. Pengamatan dilakukan dokumentasi menggunakan kamera HP dan pencatatan menggunakan alat tulis. Biasanya, setelah 30-45 hari, sedangkan di media tanam tanah humus dan arang setelah 15- 25 hari, akan muncul tunas baru di rimpang kunyit.

3.4.2        Jumlah Tunas

Kegiatan dilakukan terdiri dari pengamatan dokumentasi, pencatatan jumlah tunas. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk mengamati waktu pasti jumlah tunas yang muncul pada tanaman kunyit. Rimpang yang akan digunakan sebagai bibit bertunas memakan waktu yang lumayan lama. Setelah 3 – 8 minggu di persemaian, tunas pada rimpang mulai tumbuh. Setiap potongan benih rimpang biasanya kan muncul tunas sekitar 1 3 tunas.

3.4.3  Tinggi atau Panjang Tunas

Kegiatan dilakukan terdiri dari pengamatan dokumentasi, pencatatan kegiatan tinggi atau panjang tanaman. Pengamatan dilakukan 1 kali dalam seminggu setelah umur tanaman mencapai 2 MST. Pengukuran menggunakan penggaris dan dokumentasi menggunakan kamera serta pencatatan menggunakan alat tulis. Pengukuran tinggi tunas dilakukan dengan mulai mengamati dari pangkal batang di permukaan tanah hingga pada bagian titik tumbuh. Pengukuran panjang tanaman diukur mulai pangkal batang hingga pada bagian atau sulur yang terpanjang.

4.    HASIL DAN PEMBAHASAN

 4.1  Hasil

4.1.1        Umur/Waktu Muncul Tunas

Pengamatan pada parameter umur kemunculan tunas pada tanaman kunyit dilakukan setiap hari sampai rimpang kunyit menandakan adanya kemunculan tunas yang ditanam pada plastik 22 cm x 13,5 cm. Pengamatan kemunculan tunas dimulai dari hari Minggu, 28 Maret 2021. Berikut ini adalah data pengamatan umur kemunculan tunas pada komoditas kunyit :

Tabel 1. Umur/Waktu Muncul Tunas

 

Sampel

Umur Muncul Tunas (Hari ke-)

1

2

3

8

10

10

 

Table 1, Umur/waktu Muncul Tunas

Berdasakan data dari tabel pengamatan umur kemunculan tunas tanaman kunyit diatas, dapat diketahui bahwa umur kemunculan tunas pada tanaman kunyit rata-rata muncul lebih dari seminggu setelah penanaman. Berdasarkan pengamatan umur kemunculan tunas yang telah dilakukan, didapatkan hasil pengamatan data sampel tanaman kunyit pertama, yakni pada hari ke-8 setelah penanaman rimpang kunyit. Sedangkan pada data sampel kedua dan ketiga menunjukkan bahwa kedua sampel memiliki persamaan waktu muncul tunas, tanaman kunyit menunjukkan kemunculan tunas pada hari ke-10. Dari perbandingan ketiga sampel diatas dapat disimpulkan bahwa sampel pertama menunjukkan kemunculan tunas yang lebih cepat dibandingkan pada sampel kedua dan ketiga yang mana memiliki selisih dua hari setelah kemunculan tunas pada sampel pertama(1).


4.1.2        Jumlah Tunas

Pengamatan pada parameter jumlah tunas pada tanaman kunyit dilakukan dengan menghitung semua tunas yang muncul pada tanaman kunyit di mulai dari 2 MST hingga 5 MST pada plastik 22 centi meter x 13,5 centi meter. Pengamatan jumlah anakan dilakukan setiap hari Minggu dimulai pada tanggal 4 April 2021. Berikut ini adalah data pengamatan jumlah tunas yang muncul pada tanaman kunyit :

Tabel 2. Jumlah Tunas

 

Sampel

Jumlah Tunas

1

2

3

2

1

1

 

Table 2 Jumlah Tunas

Berdasakan data dari tabel pengamatan jumlah tunas pada kunyit diatas, dapat diketahui bahwa jumlah tunas pada tanaman kunyit pada setiap sampel berbeda. Pada sampel pertama didapati hasil akhir pengamatan dengan jumlah tunas tanaman kunyit sebanyak 2 tunas, yang mana sampel ke-1 merupakan sampel yang memiliki jumlah tunas terbanyak diantara sampel lainnya. Pada sampel kedua jumlah tunas tanaman kunyit pada pengamatan akhir dengan jumlah tunas sebanyak 1 tunas. Sedangkan, pada sampel ketiga jumlah tunas pada tanaman kunyit saat pengamatan akhir sebanyak 1 tunas, yang mana sampel ke-2 dan ke-3 merupakan sampel yang memiliki jumlah tunas yang sama.

4.1.3        Tinggi Tanaman

Pengamatan pada parameter tinggi tanaman pada tanaman kunyit dilakukan dengan menggunakan penggaris besi dalam satuan cm pada daun yang paling panjang dengan cara mengukur tinggi daun dari permukaan media tanam pada tanaman kunyit hingga ke titik ujung tanaman di mulai dari 2 MST hingga 5 MST pada plastik 22cm x 13,5 cm. Pengamatan tinggi tunas dilakukan setiap hari Minggu dimulai pada tanggal 4 April 2021. Berikut ini adalah data pengamatan tinggi anakan pada komoditas kunyit.

Tabel 3. Tinggi Tanaman

 

Sampel

Tinggi Tanaman (cm)

 

2 MST

3 MST

4 MST

5 MST

1

10

20

28

30

2

8

14

18

24

3

6

10

20

28

 

Table 3 Tinggi Tanaman

Berdasakan data dari tabel pngamatan tinggi tanaman kunyit diatas, dapat diketahui bahwa tinggi tanaman kunyit pada setiap sampel berbeda. Pada saat pengamatan 2 MST, sampel pertama memiliki tinggi tanaman sebesar 10 cendi meter, sampel kedua memiliki tinggi tanaman sebesar 8 cendi meter dan sampel ketiga memiliki tinggi tanamanan sebesar 6 cendi meter. Pada sampel pertama pada pengamta akhir yaitu pada 5 MST didapati hasil tinggi tanaman kunyit yaitu 30 cendi meter, yang mana sampel ke-1 merupakan sampel yang memiliki tinggi tanaman kunyit tertinggi diantara sampel lainnya. Pada sampel kedua tinggi tanaman kunyit pada pengamatan akhir yaitu pada pengamatan 5 MST yaitu 24 centi meter, dimana sampel kedua merupakan tinggi tanaman kunyit terendah. Dan pada sampel ketiga tingi anakan tanaman kunyit pada pengamatan akhir yaitu pada pengamatan 5 MST yaitu 28 cendi meter.

 4.2  Pembahasan

Budidaya tanaman kunyit memiliki faktor yang mempengaruhi kualitas tanaman kunyit. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas tanaman kunyit antara lain, bibit yang digunakan, penggunaan media tanam yang tepat, dan pemberian pupuk. Pemberian pupuk organik sangat dibutuhkan tanaman kunyit untuk mengembalikan sifat fisik dan kimia tanah. Penggunaan bahan organik ke dalam tanah pada sistem pertanian ini diyakini dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga menentukan warisan untuk generasi mendatang (Sri dan Suci, 2003). Pada praktikum dasar budidaya tanaman ini, salah satu pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk debu arang temburung.

Arang tempurung merupakan jenis pupuk yang berasal dari hasil akhir penguraian sisa-sisa kelapa yang dibakar maupun tumbuhan yang berfungsi sebagai penyuplai unsur hara tanah, sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki tanah secara fisik, kimiawi, maupun biologis (Ilat et al., 2002 dan Taulu et al.,2001) Penggunaan pupuk Arang tempurung diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kunyit. Arang tempurung juga berfungsi sebagai pemasok makan untuk mikroorganisme sehingga dapat meningkatkan dan mempercepat dekomposisi bahan organik (Taulu et al.,2001).

4.2.1        Umur/Waktu Muncul Tunas

Berdasarkan pada praktikum dan pengamatan yang telah dilakukan, Untuk mendapatkan tunas yang berkualitas, rimpang kunyit yang digunakan sebagai bibit juga haruslah yang berkualitas. Berikut merupakan grafik umur kemunculan tunas pada tanaman kunyit:

Gambar 2 Umur Muncul Tunas

Dari diagram di atas, terdapat perbedaan waktu muncul tunas antara plastik 1 dengan plastik 2 dan 3. Umur kemunculan tunas pada ketiga plastik hanya berjarak dua hari. Salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan waktu kemunculan tunas adalah perubahan kondisi fisik dan kimia tanah yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kunyit.


Penambahan tanah dan pupuk kandang terbukti mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah seperti memperbaiki struktur, tekstur, dan kandungan unsur hara tanah. tanah menjadi lebih terstuktur, agregat lebih mantap, kandungan unsur hara meningkat dan mampu mengikat air lebih lama (Nugroho, 2013). Perlakuan yang diberikan kepada media tanam juga mempengaruhi unsur dan tekstur tanah menjadi lebih baik. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan bahan organik pada media tanam. Sumber bahan organik tanah adalah hewan. Hewan memberikan banyak manfaat untuk tanah. Hewan yang banyak ditemukan di tanah seperti, cacing tanah, sentipoda dan semut memegang peranan penting dalam perubahan sisa-sisa tumbuhan (Buckman dan Brady,1982).

4.2.2  Jumlah Tunas

Berdasarkan pada praktikum dan pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa jumlah tunas yang muncul ke permukaan tanah pada setiap plastic memiliki hasil yang berbeda. Berikut merupakan grafik jumlah tunas yang muncul ke permukaan tanah pada setiap plastic:


Gambar 3 Jumlah Tunas

Dari grafik di atas, terlihat bahwa jumlah tunas pada plastic 1 dengan plastic 2 dan 3 memiliki perbedaan jumlah tunas yang tumbuh. Pada plastik 1 adalah sampel yang memiliki jumlah tunas paling banyak, sedangkan pada plastic 2 dan

3 memiliki jumlah tunas yang sama. Terdapat beberapa faktor penyebab perbedaan jumlah tunas yang tumbuh pada tanaman kunyit.



Pertumbuhan jumlah tunas juga dipengaruhi arang debu tempurung yang digunakan dalam proses pembibitan. Penggunaan arang debu tempurung sebagai bahan tanam disebabkan karena arang debu tempurung memiliki mata tunas sebagai embrio tanaman. Arang debu tempurung terdiri dari arang tempurun induk dan arang tempurung anakan. Menurut Wahyudi (2007) perbedaan jenis arang debu tempurung ini memberikan pengaruh yang berbeda juga terhadap pertumbuhan tunas yang selanjutnya akan menjadi tanaman yang subur.

4.2.3        Tinggi Tanaman

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, didapatkan bahwa rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman berbeda-beda pada setiap MST. berikut merupakan grafik pertumbuhan tanaman kunyit :

Gambar 4 Tinggi Tanaman

Berdasarkan grafik pertumbuhan tinggi tanaman kunyit di atas, dapat diketahui bahwa hasil pertumbuhan tinggi tanaman memiliki besaran yang berbeda-beda. Pada plastic 1 menunjukkan pertambahan   tinggi   tanaman   yang   paling cepat. Plastic 2 dan 3 memiliki pertambahan tinggi yang tidak jauh berbeda. Hal ini, dikarenakan waktu muncul tunas pada Plastic 2 dan 3 yang sama. Data dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, bahwa rata-rata dari ketiga tanaman kunyit yang ditanam mengalami pertambahan tinggi tanaman yang semakin minim saat 3 MST. Penyebab terjadinya yaitu defisiensi unsur hara pada tanaman kunyit diakibatkan karena tidak memberi perlakuan berupa pemupukan setelah penanaman, yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman menj

5.    PENUTUP

5.1  Kesimpulan

Praktikum Dasar Budidaya Tanaman yang dilaksanakan di pada tanggal 21 Maret, 2021. Bertempat di Jl. Pasar Yotefa Abeburapa papua, Kelurahan Wai Mhorock, Kecamatan Abebura, Kota Jayapura, provinsi papua. komoditas yang diamati adalah kunyit (Curcuma domestica Val.). Parameter yang digunakan pada pengamatan ini meliputi umur umur kemunculan tunas, jumlah tunas dan tinggi tanaman pada tanaman kunyit. Perbandingan media tanam yang diaplikasikan pada tanaman kunyit adalah tanah : pupuk arang tempurung dengan perbandingan 3 : 1.1

Pengaruh media tanam terhadap paramter pengamatan yakni umur kemunculan tunas tanaman kunyit, jumlah tunas dan tinggi tanaman pada tanaman bawang merah berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan perkrmbangan tanaman kunyit.

Hal ini dikarenakan media tanam berupa pupuk kandang kambing memberikan unsur hara yang diperlukan tanah agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman kunyit menjadi baik. Hal ini juga dibuktikan pada setiap parameter pengamatan yang menunjukkan hasil yang signifikan baik terhadap tumbuh kembang tanaman kunyit yaitu ditandai dengan grafik tinggi tanaman yang terus meningkat.

 5.2  Saran

Saran untuk praktikum Dasar Budidaya Tanaman pada budidaya tanaman kunyit adalah sebaiknya memilih rimpang kunyit yang sudah tua untuk mempercepat kemunculan tunas pada tanaman kunyit. Serta, memilih media tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman kunyit, karena pertumbuhan dan perkembangan tanaman kunyit tergantung pada perlakuan yang diberikan terhadap tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Agus, Setiono Setiono, and Hasnelly Hasnelly. 2018. “Pengaruh Pemberian Pupuk Bokashi Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman

Kunyit (Curcuma domestica Val.).” Jurnal Sains Agro 3(2)

Anggarayasa, C., Yuliartini, M. S., & Andriani, A. A. S. P. R. (2018). Pengaruh jarak tanam dan pupuk kompos pada pertumbuhan dan hasil tanaman kunyit Gema Agro, 23(2), 162-166.

Atmaja, I. S. W. (2017). Pengaruh Uji Minus One Test pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Mentimun. Jurnal Logika, 19(1), 63-68.

Endriani dan Zulhalena. 2008. “Kajian Beberapa Sifat Fisika Andisol pada Beberapa      Penggunaan Lahan dan beberapa Kelerengan di Kecamatan Gunung Kerinci”. Universitas Jambi, Jambi.

Hijra, Hijra, Idham Idham, and Usman Made. 2021. “Pengaruh Ukuran Rimpang Dan      Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kunyit (Curcuma domestica Val.).” Agrotekbis : E-Jurnal Ilmu Pertanian 9(1):128–36.

Kartasapoetra, G. 2011. “Budidaya tanaman berkhasiat obat: kunyit (Curcuma domestica Val.)”. Jakarta, PT. Rineka Cipta: 60.

Marlin, Marlin. 2014 “Mikroproporgasi Kunyit (Curcuma domestica Val.).

Sebagai Bahan Fitofarmaka Potensial.”

 

Moko, Hidayat; Mulyoto; Ismiyatiningsih. 2013. “Pengaruh Beberapa Zat Pengatur         Tumbuh dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kunyit.” Buletin    Pertanian Tanaman Rempah dan Obat, 8 (1) 1993: 30-38.

Nugroho, Nurfina A. 2006. “Manfaat dan Prospek Pengembangan Kunyit (Curcuma      domestica Val.) Ungaran,Trubus Agriwidya., 86-87


Sugiartini, E., & Mayasari, K. (2018). Petunjuk Teknis Budidaya tanaman kunyit di Lahan dan di dalam Pot/Polybag

Sumarno., Unang, G., Pasaribu, D. 2009. “Pengayaan Kandungan Bahan Organik Tanah Mendukung Keberlanjutan Sistem Produksi Kunyit (Curcuma

domestica Val.)” Iptek Tanaman Pangan, Bogor.

 

Susilawati, E. 2007. “Pengaruh Komposisi Media terhadap Pertumbuhan Tanaman  Kunyit (Curcuma domestica Val.)” Skripsi. Departemen Agronomi dan  Hortikultura. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suyanti, D. S. (2015). Pemberian Berbagai Jenis Kompos Pada Pertumbuhan Dan Hasil       Tanaman kunyit Di Kabupaten Pasuruan. Agricola, 5(1), 72-74

Triyono, Kharis. 2018. “Budidaya Tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.) Di Desa Margonoto Kecamatan Gondangrejo Kab. Karanganyar Provinsi

Jawa    Tengah.” Adi Widya: J. Pengabdian Masyarakat 2(2):1–10.

Wiroatmodjo, Joedojono, Lontoh, A.P., Nurdin. 2010. “Kajian Pemberian Pupuk Kompos dan Tingkat Populasi Terhadap Pertumbuhan Produksi Kunyit (Curcuma domestica Val.) Yang ditumpangsarikan Dengan Jagung Manis

(Zea     mays Soccharata). Buletin Agronomi, 21 (2) 1993: 59-63. Jakarta,

Februari           2000

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Data pengamatan

1.      Pengamatan Umur/Waktu Muncul Tunas

Sampel

Umur Muncul Tunas (Hari ke-)

1

 

2

 

3

10

 

12

 

12

2.      Pengamatan Jumlah Tunas

Sampel

Jumlah Tunas

1

 

2

 

3

2

 

1

 

1

3.      Pengamatan Tinggi Tanaman

Sampel

Tinggi Tanaman (cm)

 

2 MST

3 MST

4 MST

5 MST

1

12

20

28

38

2

5

10

18

24

3

6

12

22

32

Lampiran 2 Logbook kegiatan

 


No.

Hari, tanggal

Deskripsi Kegiatan

Dokumentasi

1.

Sabtu,      20

Maret 2021

Memulai               kegiatan

praktikum,            meliputi persiapan alat dan bahan

 




2.

Sabtu,      20

Maret 2021

 

Persiapan media tanam

 


3.


Sabtu,      20

Maret 2021

Penanaman

 



 

 


 

 

 

 


 

 

4.

 

Sabtu,      27

Maret 2021

 

Melakukan pengamaatan waktu muncul tunas.



5.

Minggu,    4

april 2021

Pengamatan             tinggi tanaman dan jumlah tunas pada 2 MST

 



6.

Minggu, 11

April 2021

Pengamatan             tinggi tanaman pada 3 MST

 




7.

Minggu, 18

April 2021

Pengamatan             tinggi tanaman pada 4 MST

 






8.

Kamis,       6

Mei 2021

Asistensi laporan